Setitis racun manis mengalir di luka yang kering
Dengan rakus ia menghiris-hiris
Entah dari mana dan entah demi apa
Ku biar racun manis, terus hiris hati luka
Hadirnya ku tepis-tepis
Namun manisnya ku akui, aku nipis
Pergilah kau racun yang manis
Bunuh aku jika aku cinta kau racun yang manis
No comments:
Post a Comment